. bocil's blog

Wednesday, January 6, 2010

(repost) Dewi Lestari: Luna Bukan Kopaja

1 comments

Tulisan ini saya repost dari tulisan mbak dewi lestari atau lebih kita kenal dengan nama dee. Sebuah tulisan cerdas berdasarkan realita dan pengalaman (pastinya), mengenai dunia keartisan dan ‘uborampe’nya. Membuat mata awam saya terbuka setelah membaca tulisan ini. Sekedar share aja, semoga bermanfaat ^_^.


Peluru ditembakkan ke udara. Asbak melayang. Dan sekarang, sebaris sumpah serapah di Twitter.

Relasi media hiburan dengan komoditas tunggalnya—yakni para penghibur, atau yang lebih sering disebut “artis”—adalah hubungan yang berwarna-warni. Kadang-kadang keduanya menempel manis bagai semut yang memeluk gula, tapi kadang-kadang keduanya saling sengit bagai kucing dan anjing.

Dan kini, dalam mangkok besar industri hiburan, kita pun punya apa yang disebut: infotainment—hadir dalam bentuk program teve yang laku ditonton dan diproduksi dengan biaya tak besar. Berbeda dengan sinetron yang menuntut puluhan kru serta puluhan pemain dengan honor yang tak kecil, infotainment melenggang ringan dengan satu-dua kamera, dua-tiga kru, dan segenggam mikrofon yang ditodongkan ke para artis yang tak dibayar* untuk membuka ruang privat kehidupan mereka. Simbiosa? Sudah pasti. Saling membutuhkan? Tidak setiap saat. Saling menguntungkan? Belum tentu.

Berikut beberapa anggapan umum, yang saking mapannya bersarang di benak masyarakat, sudah jarang kita pertanyakan atau cek kebenarannya, antara lain:

1. “Media hiburan dan artis saling membutuhkan.”

Bagi saya, kalimat itu terdengar manis dan bijak tapi juga menjebak dan menjerat. Menjebak hingga artis dipaksa untuk melonggarkan bahkan merobohkan garis privasi di luar keinginannya, dan menjerat masyarakat untuk terus mewajarkan tindakan-tindakan intimidatif infotainment dengan alasan “itu kan risiko jadi orang terkenal.”

Agar karya saya menggaung di masyarakat luas, saya membutuhkan media sebagai amplifier-nya, termasuk media hiburan (meski ada juga karya yang jadi besar dan laris bahkan sebelum media sempat menyentuhnya). Namun tidak semua jenis pemberitaan mendukung karya ataupun pamor saya. Bahkan ada pemberitaan yang mengganggu hidup saya. Bukan “saling membutuhkan” namanya jika saya menolak diliput dan malah terus dikuntit, rumah saya ditongkrongi dan dimata-matai. Bukan “saling membutuhkan” namanya jika kalimat saya diputar-balikkan untuk memenuhi opini subjektif tertentu melalui gambar dan narasi yang lantas dibagi ke jutaan pemirsa. Dalam situasi seperti itu, saya menolak keras generalisasi bahwa artis selalu membutuhkan media hiburan.

Media dan seorang artis hanya layak disebut saling membutuhkan jika memang keduanya sedang merasa ada kebutuhan, yang artinya: situasional. Tidak terus-menerus dan berubah-ubah.

2. “Hubungan antara artis dan infotainment bersifat mutualisme.”

Mengatakan, atau mengharapkan, bahwa hubungan antara artis dan infotainment selalu bersimbiosa mutualisme, menurut saya, adalah pernyataan yang buta. Simbiosa yang terjadi di lapangan bisa beragam:

• Mutualisme : Saat si artis mengizinkan dengan sukarela untuk si infotainment masuk ke dalam ruang privatnya, dari mulai meliput bisnis sampingan, meliput ulang tahun anak, bahkan untuk membantu posisi tawarnya dalam industri. Infotainment pun kadang sengaja dilibatkan ketika si artis hendak memenangkan sebuah konflik. Dalam relasi ini, kedua pihak sama-sama diuntungkan.

• Komensalisme : Dengan izin atau tanpa izin, disengaja atau tidak, infotainment mewawancarai artis dan diladeni secara netral-netral saja. Misalnya, untuk memberi komentar ringan, atau meminta klarifikasi atas berita-berita remeh (baca: bukan skandal). Dalam pengamatan saya, relasi macam inilah yang paling banyak terjadi; si artis bisa berjalan lalu sambil berkata “Ah. Biasalah, infotainment,” dan si reporter bisa permisi pergi dengan muka lurus tanpa harus mengejar dan mencecar. Dalam jenis relasi ini, artis tidak merasa diuntungkan, tapi juga tidak merasa dirugikan.

• Parasitisme : Ketika si artis tidak memberikan persetujuan, kerelaan, atau keinginan untuk meladeni infotainment, tapi terus didesak, dipaksa, bahkan diintimidasi. Dan kemudian berita tetap ditayangkan dengan memakai perspektif satu pihak saja. Dalam pengemasannya, beberapa infotainment bahkan sampai melakukan teknik wawancara imajiner, pemalsuan suara, memutar balik kejadian sebenarnya, dan cara-cara lain yang sudah menjurus ke arah fitnah.** Dalam relasi ini, jelas yang diuntungkan hanyalah pihak infotainment, sementara pihak artis dirugikan, bahkan dicurangi.

Terbius dalam rumusan ideal bahwa relasi artis-media hiburan harusnya selalu saling menguntungkan terlepas fakta lapangannya seperti apa, mengakibatkan kita—sebagai masyarakat—cenderung permisif. Dan, sebagai artis, kita cenderung memilih diam.

3. “Kalau beritanya aib pasti artisnya menghindar, kalau berita baik infotainment-nya dibaik-baikin.”

Lagi-lagi, buat saya itu adalah opini yang malas dan tak jeli. Tak sedikit area yang disebut “baik-baik” oleh banyak orang, tapi bagi beberapa artis tertentu merupakan ruang privat yang tidak ingin dibagi ke infotainment, seperti kelahiran anak, acara pernikahan, dst. Dan banyak juga konflik/isu berbau skandal yang secara sengaja justru melibatkan infotainment atas undangan/persetujuan/kerelaan artisnya. Jadi, fakta di lapangan lagi-lagi tidak mendukung opini umum tersebut. Setiap artis punya preferensi dan garis batasnya masing-masing.

4. “Seorang figur publik wajib membuka dirinya terhadap publik karena ia sudah jadi milik publik.”

Sewaktu kecil, saya tidak pernah bercita-cita jadi figur publik. Yang saya ingat, saya ingin jadi penulis dan musisi profesional. Itu saja. Saat saya berkarya, saya mempertanggungjawabkannya dengan cara-cara yang sederhana: menjamin bahwa karya saya asli dan mencintainya sepenuh hati.

Namun karya dan citra melangkah seiring sejalan ketika sudah masuk ke dalam industri. Di sana, karya menjadi besar, citra pun ikut membesar, dan saya yang manusia biasa kadang-kadang tenggelam oleh keduanya. “Figur publik” akhirnya menjadi efek samping yang mengiringi profesi artis, walaupun berkarya dan terkenal sebetulnya adalah dua hal yang berbeda.

Sialnya, pengertian “figur publik” selalu ditempelkan dengan konotasi “milik publik”. Kita amat sering terpeleset dengan menganggap keduanya identik, padahal secara esensi keduanya berbeda. Dalil itulah yang kemudian digunakan infotainment untuk menuntut artis buka mulut. Sering sekali mereka mengatasnamakan “masyarakat” dengan mengatakan “Masyarakat berhak untuk tahu!”

Bagi saya, yang menjadi milik publik adalah karya saya. Masyarakat bisa membeli buku saya, CD album saya, mengundang saya untuk diskusi buku dalam kapasitas saya sebagai penulis, atau mengundang saya bernyanyi dalam kapasitas saya sebagai penyanyi. Namun saya punya hak penuh atas kehidupan pribadi saya. Hidup saya bukan milik publik. Adalah hak saya sepenuhnya untuk menentukan seberapa banyak potongan kehidupan pribadi yang ingin saya bagi dan mana saja yang ingin saya simpan.

Artis adalah manusia yang berkarya. Bukan telepon umum.

5. “Seorang artis harus selalu bertutur laku baik dan sopan.”

Ini barangkali anggapan umum yang paling naif tentang artis. Pertama-tama, bukan hanya artis, seorang tukang becak pun dituntut untuk bertutur laku baik dan sopan pada penumpangnya. Ketika sudah hidup bermasyarakat, sikap baik dan sopan melancarkan interaksi kita dengan satu sama lain. Namun kita juga manusia yang punya dua sisi. Kita pun bisa marah dan kehilangan kendali. Lantas apa yang membedakan Luna Maya dengan Mang Jeje—tukang becak langganan saya di Bandung?

Sebuah pepatah bijak berkata: “Semakin tinggi pohon, semakin keras angin menerpa.” Saya setuju. Tapi tidak berarti bahwa seseorang yang dianggap bintang lantas di-dehumanisasi-kan. Menuntut seorang bintang untuk selalu sempurna, bukan saja berarti penyangkalan atas kemanusiawian, tapi juga mustahil bisa dipenuhi. Jadi, jika kesempurnaan adalah kemustahilan, mengapa sebagian dari kita begitu sulit berempati?

Seorang Luna Maya, yang sudah minta pengertian secara baik-baik, tapi malah terus didesak hingga kamera membentur kepala anaknya yang sedang digendong, lantas meledakkan emosinya di Twitter—sebegitu irasionalkah tindakannya? Atau justru manusiawi? Apa yang kira-kira akan kita lakukan jika kita menjadi Luna? Tetap bermanis-manis hanya karena status artisnya, hanya karena konon ia “milik publik”? Sekali lagi, seingat saya, Luna adalah model dan presenter. Bukan Kopaja. Apa hak kita untuk mengklaim agar Luna bertutur laku sebagaimana keinginan kita? Kita bisa menyimpan fotonya, menyimpan RBT lagu Luna di telepon genggam kita, tapi kita tidak mengontrol manusianya seperti kita mengoperasikan AC dan remote-nya.

6. “Tanpa media, artis tidak akan jadi siapa-siapa.”

Ini barangkali sihir terkuat yang merasuk di kalangan artis. Kita tahu, betapa besar peran media dalam perkembangan karier seorang artis—entah itu karier musik, sinetron, film, model, dsb. Tapi, mari kita lihat skala yang sesungguhnya: Media bukan cuma satu. Media hiburan merupakan salah satu bagian, bukan keseluruhan. Infotainment juga cuma sebagian dari media hiburan, bukan keseluruhan.

Infotainment memang powerful. Terbukti ada orang-orang yang disulap dari bukan siapa-siapa dan tahu-tahu menjadi artis papan atas setelah diekspos habis-habisan di infotainment. Dan ada juga artis yang hidupnya ditelanjangi habis-habisan sampai harus menghilang bertahun-tahun dari panggung hiburan.

Tapi, jangan kita balik logikanya. Saya tidak melihat infotainment dan artis seperti logika ayam dan telur. Apalagi kalau infotainment disebut sebagai “induk” dari eksistensi seorang artis. Infotainment adalah fenomena yang muncul tahun ’90-an, sementara saya tumbuh besar menyaksikan artis-artis yang mampu eksis berdasarkan bakat dan karyanya jauh sebelum ada infotainment. Dan jangan kita lupa, tanpa artis, infotainment hanya corong kosong tanpa isi. Corong itu boleh nyaring. Tapi kalau tidak ada yang disuarakan, ia pun senyap dan hampa.


Penderitaan Sebagai Candu

Di luar dari itu semua, sebagian besar masyarakat pun punya problem adiksinya sendiri. Infotainment telah memanjakan tendensi manusiawi kita untuk merasakan kepuasan saat melihat ada orang lain yang tidak lebih baik, bahkan lebih menderita, ketimbang kita. Schadenfreude. Apalagi kalau orang-orang itu adalah kaum yang kita anggap super, yang punya segalanya. Kita semua menyimpan tendensi itu, sadar atau tak sadar, sama halnya kita punya potensi untuk membunuh dan merusak. Namun kita punya pilihan untuk tidak melakukannya, tidak memeliharanya.

Kita bisa menjadi penonton yang lebih mawas dan melek. Tontonan infotainment seharusnya ditujukan untuk menghibur dan memberi informasi. Ketika sudah menjadi ajang penghakiman, berarti ada yang tidak beres. Ada yang melenceng.

Sebagai penonton yang memilih tidak suka, saya sarankan untuk bersuara dengan konstruktif, entah lewat jaringan sosial di internet atau apa pun sesuai kapasitas kita. Dengan menyuarakan sikap, mudah-mudahan pihak produser infotainment maupun teve sudi instrospeksi dan membuat konten programnya lebih bermutu dan berimbang.

Cara paling sederhana? Matikan teve. Atau ganti saluran.


Bangun Dari Ilusi

Sayangnya, selama ini dari kalangan artis sendiri lebih banyak memilih diam atau bersungut-sungut di belakang. Padahal pihak artislah yang paling banyak dirugikan. Entah karena terlena, merasa bakal sia-sia saja, atau kita masih dihantui image infotainment yang terasa begitu besar dan berkuasa hingga kita percaya buta bahwa jatuh-bangun karier kita ditentukan mereka. Dan sama seperti semua manusia, tidak ada artis yang ingin kehilangan rezekinya atau dihukum di layar kaca dengan pemberitaan negatif.

Jika ada pepatah bijak yang bisa berguna, maka inilah dia: “Rezeki diatur oleh Tuhan. Bukan oleh infotainment.”

Saya tidak mengajak siapa pun untuk memusuhi infotainment. Permusuhan bukanlah tujuan saya menulis sebegini panjang lebar. Tapi kiranya para artis bisa melihat relasinya dengan media hiburan secara proporsional.

Mari kita bangun dari ilusi bahwa cuma ada satu tangan besar yang menentukan mati-hidupnya karier kita. Keberhasilan seorang artis ditentukan oleh banyak faktor, frekuensi pemunculannya di infotainment hanyalah satu faktor, bukan segalanya.

Berikut beberapa hal sederhana yang sekiranya bisa seorang artis lakukan untuk perimbangan berita:

1. Ungkapkanlah sisi cerita kita. Menulis di blog/situs pribadi, atau lakukan wawancara dengan media cetak yang bersahabat untuk menulis sisi cerita kita. Jangan kecil hati jika cerita kita kalah jumlah pembacanya dengan pemirsa teve yang jutaan. Adanya sebuah sumber cerita langsung dari yang bersangkutan jauh lebih berarti ketimbang bungkam sama sekali.

2. Jika memungkinkan, bawalah alat perekam/kamera saat infotainment meliput kita. Semua artis yang pernah berurusan dengan infotainment tentunya tahu betapa banyak kejadian asli yang terdiskon ketika muncul di layar teve, belum lagi narasi yang merajut potongan adegan agar muat di kerangka opini tertentu saja. Lalu kemanakah rekaman itu kita tayangkan? YouTube. Promosinya? Believe me, with a tweet or two, we can have thousands of viewers before we know it. Maybe even more if it got spread. Kalau tidak mau repot sampai menayangkan pun tidak masalah, dengan membawa perekam tandingan saja sudah cukup mengubah percaturan psikologis saat kita sedang diliput. Catatan: Reza pernah merekam balik juru kamera infotainment yang menguntitnya. Dan ketika dia bertanya: “Buat apa Mas Reza pakai kamera segala?” Reza menjawab, “Ya sama kayak kamu, ngambil gambar tanpa izin.” Hasilnya? Yang bersangkutan pun akhirnya gerah sendiri dan kabur ke toilet pria. And yes. Reza followed him all the way there.

3. Tegas berkata ‘tidak’ dan berikan batas dari awal. Tidak jarang, artis diundang ke satu acara atau dikontrak oleh pihak yang memang secara resmi mengundang infotainment. Kita bisa mensyaratkan sejak awal pada pihak penyelenggara bahwa wawancara hanya sebatas materi yang mendukung acara dan tidak melenceng ke hal-hal pribadi, dan untuk itu kita bisa meminta panitia untuk ikut menggawangi jalannya wawancara. Tegas bilang ‘tidak’ atau diam ketika pertanyaan mulai melenceng. And when things start to get out of hand, just do what every Miss Universe is known best at: smile and wave.


Berempati Tidak Perlu Polisi

It takes one to know one. Sampai kita mengalami apa rasanya dicecar dan dikepung kamera, kita tidak bisa sepenuhnya mengerti apa yang membuat Parto menembakkan pistol ke udara, apa yang membuat Sarah Azhari melempar asbak, dan apa yang membuat Luna Maya mengumpat di Twitter-nya. Di lain sisi, sampai kita tahu apa rasanya berpeluh dan bersusah payah mengejar sekalimat-dua kalimat demi mengejar setoran berita, kita pun tidak bisa sepenuhnya memahami mengapa mereka, para wartawan infotainment yang awalnya bisa sangat manis dan sopan, tahu-tahu bisa berubah seperti preman tak tahu aturan.

Saya tidak berpendapat bahwa yang ditulis Luna di Twitter-nya itu manis dan terpuji. Ia memang mengumpat dan memaki. Tapi dengan mengetahui sebab yang melatari aksi Luna, segalanya sangatlah sederhana. Kita manusia. Kita menangis. Kita tertawa. Kita marah. Kita khilaf. Sesuatu yang bisa diselesaikan dengan satu musyawarah di kedai kopi. Tanpa perlu mengadu ke polisi. Tanpa perlu UU ITE. Jadi, untuk apa membunuh nyamuk dengan bom atom?


Menghindari Bumerang Dengan Nurani

Mengadukan Luna hingga ke polisi, dan di sisi lain TIDAK memberikan berita berimbang tentang MENGAPA Luna sampai bersumpah serapah di Twitter, dan bukannya MINTA MAAF karena nyaris membuat seorang anak cedera, menurut saya adalah langkah yang tidak strategis bahkan berbahaya. Infotainment jelas bukan figur bercitra innocent yang mengundang simpati. Saat ini, infotainment tengah diuji. Artis pun sedang diuji. Dan masyarakat menyoroti. Pembelaan terhadap Luna terus mengalir.

Ironisnya, kamera pun terus berputar. Semakin panjang dan heboh masalah ini, kembali infotainment diuntungkan. Sensasi adalah uang. Jadi, jika keuntungan finansial sudah di kantong, tidakkah kehormatan juga layak dikantongi? Menurut saya pribadi, andai saja pihak infotainment sudi menelan ludahnya lalu melucuti label-label “pers”, “artis”, dst, kembali menjadi individu, kembali menjadi manusia biasa, ia justru bisa memperoleh respek. Namun jalur yang dipilihnya kini justru berpotensi menjadi bumerang. Pers hiburan memang besar. Tapi masyarakat jauh lebih besar.

Kasus ini bukan saja memancing reaksi dari masyarakat yang selama ini jengah bahkan muak dengan kualitas tayangan infotainment, tapi juga mengundang potensi ‘pengadilan rakyat’ yang berbasis nurani umum, seperti halnya kasus Prita vs RS. Omni. Tapi jika tujuan akhir pihak infotainment yang dinaungi PWI tersebut ternyata hanyalah sensasi (baca: rating)? Maka biarlah kecerdasan dan nurani rakyat yang akhirnya menilai sendiri.

Suara saya ini mungkin tidak punya arti. Setelah kasus ini berlalu, mungkin tetap tidak terjadi perubahan apa-apa dalam praktek infotainment, pada kegandrungan masyarakat luas akan kehidupan pribadi para artis, maupun pada sikap kebanyakan artis yang masih cenderung permisif dan bermain aman ketika berhadapan dengan kuasa kamera infotainment. Saya menghargai pilihan setiap orang. Bersimbiosa mutualisme dengan infotainment bukanlah hal yang salah. Bekerja bagi industri infotainment pun bukan hal yang salah—baik itu sebagai kru maupun presenter. Menjadi artis yang memilih untuk menutup diri dari infotainment pun bukan hal yang salah. Ini memang bukan masalah benar atau salah, melainkan preferensi. Dan ketika kita menghargai pilihan masing-masing, batas privasi masing-masing, niscaya tidak perlu lagi ada peluru menembak ke udara atau caci maki di jagat maya.

Hukum, dan praktek hukum di lapangan, tidak selalu berbasiskan nurani, melainkan permainan kelihaian di dalam kotak sistem. Jadi bukannya tidak mungkin pihak infotainment/PWI akan menjadi pemenang di jalur hukum. Jujur, saya tidak terlalu menganggapnya penting. Nurani tidak bisa dikelabui. Dan, sekali nurani terusik, masyarakat—Anda dan saya—tak akan pernah lupa.


* Ada kalanya artis dibayar. Berita-berita ringan lucu yang tahu-tahu memunculkan kemasan odol, obat penurun panas, suplemen, dsb, itu? Berita demikian namanya “insertion”. Dan artis yang berpartisipasi mendapat imbalan dari produsen yang bekerja sama dengan infotainment.

sumber

Read More..

award akhir tahun dari mas taziek & hanny

0 comments

AWARD adalah suatu penghargaan untuk blogger, atau bisa dikatakan pemberian anugrah sebagai tanda pertemanan yang baru di kenal ataupun yang sudah di kenal, Award itu untuk mempererat persahabatan para blogger di dunia internet dan nantinya akan berantaikan link bermodalkan backlink.

Makasih buat . hanny , juga kepada . mas taziek yang telah memberikan award ini untuk bocil .







Dan pada akhirnya saya memutuskan para sahabat blogger yang menerima award ini adalah :
1. seribahasa
2. perawatan-ac
3. canggihtechno
4. eses-foundation
5. aihanberbagiilmu
6. blekenyek
7. persatuanblog
8. mukenabordirtasikmalaya
9. yitszack
serta teman2 lain yang sudah berkunjung di blogku...

silakan diambil awardnya.. Untuk . hanny , juga kepada . mas taziek yang telah memberikan award ini, maaf ya baru diposting, baru bisa diakses nich, gpp y dijadiin satu postingan? hehee


Read More..

99designs.com

0 comments

Merupakan salah satu situs yang mewadahi desainer dan advertiser. Jadi di situs ini para desainer bisa mencari job untuk diikutsertakan dalam sebuah kontes desain yang ada setiap hari. Anggaplah ini suatu kompetisi, semacam lomba desain, yang pastinya di dunia nyata tidak atau belum ada lomba desain yang diadakan setiap hari bukan? Nah di situs inilah kesempatan kita, untuk:
1.Membutuhkan desain untuk urusan pekerjaan seperti desain logo perusahaan, kartu nama dll.
2.Para Freelancer desainer yang dapat bekerja di rumah sendiri atau di kantor untuk mendapatkan penghasilan tambahan
3.Para Ahli grafis/ desainer yang berminat untuk unjuk bakat/ adu keterampilan dengan seluruh desainer handal dari penjuru dunia.
Beberapa kategori dalam kontes desain di situs ini antara lain:
• Web Page Design
• Stationery Design
• Logo Design
• Button & Icon Design
• T-Shirt Design
• Banner Ad Design
• Print Design
• Dan lain-lain seperti kontes tanda tangan, template .
Cara mengikuti kontes/lomba desain di situs ini, cukup cek ‘Browse Project’. Disana akan kita temukan:
1. ‘Private Contest Login to view...’ ==> berarti kita harus login dulu untuk melihat syarat dan ketentuan kontes itu sendiri.
2. ‘guaranteed’ : ini berarti uang dari penyelenggara kontes sudah dibayarkan kepada 99designs.com
cara kerjanya pada situs 99designs bagi perusahaan/ perorangan yang memerlukan sebuah desain:
Langkah 1: Buat ringkasan Desain yang anda inginkan (bahasa English tentunya)
Kami akan mengajukan beberapa pertanyaan sederhana yang akan Anda isi pada form lampiran hanya ringkasan dari apa yang anda perlu dirancang. Harganya sekitar $ 39 USD untuk mengirim atau mendaftar pada 99designs.com.
Langkah 2: Tetapkan anggaran Anda
Kami akan meminta Anda berapa banyak yang akan Anda bayarkan kepada desainer untuk membeli desain mereka. Hal ini disebut hadiah. Hadiah jumlah umumnya berkisar dari $ 100 hingga $ 600 tergantung pada jenis desain yang Anda butuhkan.
Langkah 3: Bekerja dengan Desainer
Setelah desain singkat diposkan ke 99designs.com, desainer dari seluruh dunia akan menyerahkan konsep desain untuk bersaing untuk merebut hadiah. Dan pekerjaan anda adalah untuk menilai desain dan memberikan umpan balik/ tanggapan untuk membantu para desainer, sampaikan apa yang Anda inginkan.
Langkah 4: Pilih Your Favorite Desain
Pada selesainya desain kontes (yang biasanya 7 hari), Anda akan memilih pemenang desain dan desainer yang layak menerima jumlah hadiah. Perancang akan mengirimkan penyelesaikan rancangan,bersama dengan hak cipta untuk karya seni yang asli (Master Drawingnya dapat berupa AI, PSD, EPS dll.)

Bagi para Freelancer / desain lepas yang ingin mendapatkan penghasilan tambahan
Cukup dengan mendaftar dan mempunyai account transaksi di dunia maya seperti Paypal, moneybooker, alertpay ,jika tidak bisa gunakan sarana dari western union.

Nb: Jangan Coba2 berlaku curang; seperti menggunakan software bantuan seperti LOGO creator dan sejenisnya atau berusaha menjadi Plagiat.Karena anda akan di blacklist dan account anda akan di Banned (hapus).

Read More..

Wednesday, November 25, 2009

Sms Gratis Lewat Internet

13 comments

Sekedar berbagi info mengenai sms gratis. Mungkin di antara kita sudah banyak yang tau, tapi mungkin ada juga yang belum tau kalau kita bisa mengirim sms gratis lewat internet. Kadang ada sms penting yang harus kita balas di saat pulsa kita habis. Solusi ini saya dapatkan dari seorang teman, dan mencoba saya bagi di blog ini. Saya
sudah mencoba beberapa kali di situs internet ini, tanpa biaya, alias gratis tis tiss.
Caranya mudah saja, tinggal mengunjungi alamat situsnya: freesms4us

Anda akan dapatkan gratis 50 sms (dari
01:00-16:00) dan 15 gratis sms (dari 16:00-24:00) tiap hari, situs ini adalah buat operator di Indonesia:(Telkomsel)
Simpati, As, Halo, (Indosat) Mentari, Matrix, IM3, Starone, XL,
(Natrindo) AXIS, (Hutchison) 3, (Telkom) Flexy, (Bakrie) Esia, Wifone,
(Mobile-8) Fren, Mobi, Hepi, (Sampoerna) Ceria, Smart.



Caranya adalah:
1. Masuk ke situs freesms4us
2. Masukan no Hp tujuan di Phone masukkan pesan anda di kotak Message, tersedia 100 karakter per message.
3. Setelah selesai klik tombol angka sesuai dengan angka yang tertera di kolom clik. contoh yang gambar di atas menunjukan click 76 artinya klik kolom tombol 76 yang tanpa kata click, di sebelah kanannya.
4. Selesai. Tanda bahwa pesan anda sukses terkirim, anda akan mendapatkan kotak seperti ini "SMS SUCCESSFULLY SENT! If your friend reply it You can read it using SMS REPLY link below"

Semoga bermanfaat, selamat mencoba :)

Read More..

Thursday, November 19, 2009

‘Dome House’ Rumah Jepang dari Styrofoam

14 comments

Japan’s Styrofoam Dome Homes
Japan Dome House Co. Ltd adalah perusahaan Jepang yang membuat rumah dengan bahan dasar Styrofoam, disebut dengan ‘Dome House’. Dengan penggunaan bahan ini maka banyak keuntungan yang didapat selain lebih cepat, ringan dan murah (setidaknya untuk ukuran orang Jepang). Melihat bentuk rumah ini, saya langsung teringat dengan salah satu bentuk rumah honai, hanya saja bahannya bukan dari Styrofoam pastinya.

Dijuluki sebagai "habitat abad ke-21," Kubah House adalah berbentuk igloo struktur dibangun dari snap-bersama-sama bagian dinding terbuat dari 100% diperluas busa polystyrene (styrofoam). Mungkin tampak seperti pilihan yang aneh bahan untuk rumah, tetapi perusahaan daftar sejumlah keuntungan yang styrofoam memiliki lebih dari bahan-bahan tradisional.

Berbeda dengan struktur kayu dan logam, misalnya, Dome House styrofoam tidak berkarat, membusuk atau menarik rayap. Hal ini juga sangat tahan terhadap gempa bumi dan topan. Selain itu, dinding, yang diperlakukan dengan api retardant, tidak mengeluarkan asap beracun dalam api. Setiap bagian memiliki berat 80 kg dan itu memakan waktu 3 jam untuk menempatkan rumah bersama-sama. Ruang lantai rumah kubah 475 kaki persegi (44,2 meter persegi).

Harga rumah adalah $ 30.000 tidak termasuk biaya transportasi, perakitan, interior konstruksi, dll.

Japan’s Styrofoam Dome Homes


Japan’s Styrofoam Dome Homes


Dome House


Dome House

Dome House

[japanese-styrofoam-dome-house-designs.jpg]


Dome House

Dome House

Dome House

Dome House

Dome House


Japan’s Styrofoam Dome Homes

Sumber

Read More..

Monday, November 16, 2009

Perahu Kertas

2 comments

Seneng banget akhirnya bisa baca ‘Perahu Kertas’. Setelah mencari kesana kemari, akhirnya dapat juga dech versi komplitnya, meski tata tulisnya kurang bagus dikit, yang penting isinya komplit. :D Perahu kertas merupakan judul sebuah novel yang ditulis oleh Dewi Lestari. Novel penuh inspirasi yang perlu dibaca.

Kejujuran yang ditutupi, itulah yang saya temukan di novel ini. Kalau saja kejujuran itu bisa diungkapkan oleh para pemain dalam novel ini, mungkin drama ‘Perahu Kertas’ tidak akan sepanjang itu ya? Kejujuran antara Keenan dan Kugy, serta kejujuran ayah Keenan sendiri kepada putranya. Pergolakan antara impian dan kenyataan yang harus dihadapi, jalan yang harus berputar-putar yang dijalani oleh Keenan dan Kugy, memberi pelajaran berharga untuk penikmat novel ini. Sungguh sebuah novel yang menginspirasi. Rugi kalau tidak membaca keseluruhan isi novel ini.

Diwarnai pergelutan idealisme, persahabatan, tawa, tangis, dan cinta, “Perahu Kertas” tak lain adalah kisah perjalanan hati yang kembali pulang menemukan rumahnya. Karena hati tidak perlu memilih. Ia selalu tahu ke mana harus berlabuh..

Synopsis lengkap dari novel ini bisa dibaca DISINI

Bagi yang ingin memiliki novel aslinya, bisa pesan disini:



Masukkan Code ini K1-FADC3A-8
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com



Read More..

Saturday, November 14, 2009

AWARDS FROM FRIENDS

11 comments

Makasih buat mas paik , yang telah memberikan award ini untuk Bocil Award ini merupakan Award yang ber-backlink, maka sahabat blogger yang menerima award ini akan secara otomatis mendapatkan backlink, dan jika kita mengikuti aturannya secara tepat maka blog kita akan mendapatkan banyak backlink dalam waktu yang singkat. Dan pada akhirnya saya memutuskan para sahabat blogger yang menerima award ini adalah :
1. evan-keona
2. freezipe
3. zone4health
4. seribahasa
5. perawatan-ac
6. canggihtechno
7. eses-foundation
8. aihanberbagiilmu
9. blekenyek
10. persatuanblog
11. mukenabordirtasikmalaya
12. yitszack
dan teman2 lain yang sudah berkunjung di blogku...


Bagi siapa saja yang menerima award ini diharuskan untuk membagikan kembali award ini kepada sepuluh orang temannya. Dan selanjutnya si penerima award harus meletakkan link-link berikut ini di blog atau artikel kamu :

1. TUTORIAL DESAIN GRAFIS
2. Blog napi Belog
3. Not Yet Titlelized
4. Pras Free
5. Taekwondo Indonesia
6. masterGOmaster
7. Blogger Kuningan
8. Harits's Blog
9. BojongArtGallery
10. Bocil's blog

Aturannya begini : sebelum kamu meletakkan link di atas, kamu harus menghapus peserta nomor 1 dari daftar. Sehingga semua peserta naik 1 level. Yang tadi nomor 2 jadi nomor 1, nomor 3 jadi 2, dst. Kemudian masukkan link kamu sendiri di bagian paling bawah (nomor 10). Tapi ingat ya, kalian semua harus fair dalam menjalankannya. Jika tiap penerima award mampu memberikan award ini kepada 5 orang saja dan mereka semua mengerjakannya , maka jumlah backlink yang akan didapat adalah 1.953.125. Nah, silahkan copy paste saja, dan hilangkan peserta nomor 1 lalu tambahkan link blog/website kamu di posisi 10. Ingat, kamu harus mulai dari posisi 10 agar hasilnya maksimal. Karena jika kamu tiba2 di posisi 1, maka link kamu akan hilang begitu ada yang masuk ke posisi 10.”

Ketika posisi kamu 10, jumlah backlink = 1
Posisi 9, jml backlink = 5
Posisi 8, jml backlink = 25
Posisi 7, jml backlink = 125
Posisi 6, jml backlink = 625
Posisi 5, jml backlink = 3,125
Posisi 4, jml backlink = 15,625
Posisi 3, jml backlink = 78,125
Posisi 2, jml backlink = 390,625
Posisi 1, jml backlink = 1,953,125

Dan semuanya menggunakan kata kunci yang kamu inginkan. Dari sisi SEO kamu sudah mendapatkan 1,953,125 backlink dan efek sampingnya jika pengunjung web para downline kamu mengklik link itu, kamu juga mendapatkan traffik tambahan.

Silahkan diambil Awardnya. Jangan Sungkan-sungkan.
And jangan lupa dibagi-bagikan.

Read More..

Wednesday, September 16, 2009

Award Idul Fitri dari Mas Rizki

7 comments

Wah, ternyata ada kejutan lagi ni, ada award lagi, keren banget ya awardnya, dalem banget makna picnya.. betapa kreatifnya mas Rizki :) semoga bisa mempererat silaturrahmi ya mas.. sekalian aq pamitan ya sama teman-teman blogger yang rajin mengunjungi blog alakadarnya ini, blog seorang beginner yang masih berantakan, g terurus dalam waktu yang lama.. selamat hari raya Idul Fitri mohon maaf lahir dan batin.. maafkan jika ada komen saya yang kurang berkenan di kala jalan-jalan dan meninggalkan jejak di blog sahabat blogger. Musti pulkam nech. Untuk teman-teman PL, khususnya Indonesia Lounge, bocil minta maaf ya. Selama hampir setahun sudah pasti tak luput dari khilaf.. saling olok, saling cela, tak ada maksud lain, just for fun.. aku senang bisa mengenal kalian semuanya, meski belum bertemu muka, tapi aku yakin kalian semua adalah orang-orang yang baik..

ok, kembali ke award, teman-teman juga bisa mengambil award ini. Ini kode gambarnya:

Catatan Kecil Ku



yang saling bermaafan :
1. RISKI
2. IPTEK Online
3. bocil
4. masukan nama dan Link
5. masukan nama dan Link
dan seterusnya ...


1. cara penggunanannya cukup simpel yang perlu teman-teman lakukan setelah menerima Award ini adalah akan lebih baik lagi jika tidak ada hapus menghapus biarkan nama-nama tersebut di atas atau yang telah tertulis sebelumnya tetap ada.2. apabila sudah mencapai 5 nama maka ke 5 nama tersebut tidak usah di masukan link URL nya biarkan namanya saja tidak perlu di hapus (bagi penerima ke 6.
3. dan pada nama ke 6 sampai ke 10 masukan Link URL nya. dan begitu juga seterusnya. cukup 20 NAMA BLOGGER saja yang ada Link URL nya (Bagi penerima ke 11).
4.setiap penerima harus memasukan nama dan link urlnya.

terimakasih semoga Award ini dapat di terima oleh blogger sekalian dan tentunya award ini hanya lah sebagai media silaturahmi dan apabila ada kelebihannya ya alhamdullilah. tolong gunakan Award ini dengan jujur demi kebersamaan.. SELAMAT MENANTI IDUL FITRI BERSAMA KELUARGA MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN.

Read More..

Award pertama

0 comments






Wah dapat kejutan dari teman blogger rupanya… hehe.. makasih ya untuk Anak Nelayan yang sudah memberikan award ini kepada seorang beginner ;)) ini award pertama yang saya dapat, baru balik ke blog beberapa hari, dan tiba-tiba dikejutkan oleh award yang keyen :). Maaf ni mas, baru diambil, soalnya binun mau diapain awardnya, maklumlah, namanya juga beginner ;))
Makasih ya sekali lagi, langsung dech saya bagikan kepada teman blogger yang lain:
1. Kgibran
2. letsgosell
3. kang Szack
4. Nyubi
5. Adek
6. mat car
7. Astro
8. bisbi
9. voip
10. choesni
11. Bellar
12. kang Moehay

Read More..

gift card by amazon

shop computers and accessories here

Advertisement


Masukkan Code ini K1-FADC3A-8
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com
Produk SMART Telecom Premium Blog Templates
 

Copyright 2008 All Rights Reserved Revolution Two Church theme by Brian Gardner Converted into Blogger Template by Bloganol dot com